Blogger Themes

Selamat Datang di Blog resmi MIN HAMAYUNG Kec. Daha Utara Kab. Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan

Friday, 3 June 2011

Menghitung Peluang Indonesia di SEA GAMES ke-26 Palembang




SEA Games XXVI akan berlangsung kurang dari enam bulan lagi di Palembang dan Jakarta pada 11-14 November 2011.

Ajang olahraga tertinggi bangsa-bangsa di Asia Tenggara ini akan mempertandingkan 44 cabang olahraga dengan 542 medali emas untuk diperebutkan.

Kota Palembang akan mendapat kehormatan untuk menggelar sekitar 22 cabang olahraga. Penyelenggaraan akan dipusatkan di kompleks Stadion Jakabaring.

Sedangkan Jakarta akan menyediakan fasilitas untuk 24 cabang olahraga dengan kompleks Gelora Bung Karno Senayan sebagai pusatnya. Lalu ada GOR Ciracas Pasar Rebo dan beberapa arena lainnya sebagai fasilitas penunjang.

Sebagai negara dengan wilayah paling luas dan berpenduduk terbanyak di Asia Tenggara, prestasi Indonesia memang masih di atas negara ASEAN lainnya. Sejak mengikuti SEA Games pertama kalinya pada 1977 silam, Indonesia sudah pernah menjadi juara umum sebanyak sembilan kali (1977,1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993 dan terakhir 1997).

Bandingkan dengan Negeri Gajah Putih Thailand yang baru lima kali menjadi juara umum (1985, 1995, 1999, 2007 dan 2009), Malaysia satu kali (2001), Vietnam satu kali (2003) dan Filipina satu kali (2005).

Tapi semua catatan prestasi di atas terjadi pada masa lalu yang hanya bisa kita kenang. Setelah 1997, prestasi olahraga Indonesia memprihatinkan.

Dulu selama puluhan tahun kita unggul di cabang bulu tangkis, sepak bola, atletik, bela diri, aquatik, angkat beban dan senam. Kini Malaysia pun sudah bisa menumbangkan tim bulu tangkis Indonesia yang selama beberapa dekade ditakuti di dunia.

Indonesia bahkan pernah berada di posisi lima klasemen akhir di SEA Games 2005 Filipina, di bawah negara yang lebih kecil dan “baru” merdeka seperti Vietnam.

Ironisnya banyak mantan atlet, yang dulu berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di atas bendera negara lainnya, kini hidup melarat di usia senja. Mereka terpaksa menjual medali demi sesuap nasi karena pemerintah lalai memerhatikan kesehjateraan mereka.

Kegagalan prestasi olahraga nasional bukan cuma di SEA Games, tapi juga di ajang Asian Games dan Olimpiade. Belum lagi kejuaraan internasional lainnya.

Lalu bagaimana peluang Indonesia di SEA Games 2011? Sebagai tuan rumah kita punya potensi yang besar untuk menjadi juara umum atau paling pahit duduk di posisi kedua. Berlaga di kandang sendiri dan didukung fans tentu menjadi suntikan semangat yang luar biasa.

Tapi penampilan di pertandingan ditentukan oleh persiapan — seperti latihan dan pola makan sebelum berlaga.

Pemerintah melalui Kemenpora bekerjasama dengan KONI/KOI memang membentuk Program Indonesia Emas (PRIMA), yang bertugas merancang program latihan, pembentukan karakter atlet hingga strategi bertanding agar nama Indonesia berjaya di SEA Games 2011.

Namun keraguan tetap muncul terhadap keberhasilan program PRIMA. Pengurus olahraga di Indonesia selama ini lebih mementingkan pelatihan jangka pendek menjelang bergulirnya sebuah kejuaraan.

Induk-induk organisasi olahraga baru akan menggelar latihan beberapa bulan sebelum mengikuti sebuah turnamen. Pola pencarian bibit atlet muda lewat kejuaraan di daerah tidak pernah digarap dengan serius. Anak-anak sekolah yang gemar berolahraga pun tidak diberdayakan dengan sungguh-sungguh.

Tak hanya itu, sarana olahraga di negara ini boleh dibilang sangat memprihatinkan. Indonesia selama bertahun-tahun “hanya” mengenal stadion sepak bola berstandar internasional Gelora Bung Karno (dulu stadion utama Senayan) yang dibangun tahun 1962 silam.

Beberapa stadion megah dan kompleks olahraga baru dibangun pemerintah dalam 10 tahun terakhir — misalnya Stadion Jakabaring Palembang (dibuka 2004) dan stadion Palaran Samarinda (dibuka 2008).

Minimnya fasilitas olahraga di Indonesia menjadi bukti minimnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet nasional. Bagaimana mau menghasilkan atlet berprestasi kalau tempat latihannya saja kita tak punya?

Soal peluang Indonesia di SEA Games 2011, kita harus realistis. Sepertinya sulit untuk menjadi juara umum.

Prestasi dalam olahraga tak cuma bermodal semangat juang tinggi. Banyak faktor yang menentukan, mulai dari bentuk tubuh atlet, asupan gizi, ketahanan fisik, bakat, pendidikan, pelatih yang handal, lingkungan yang baik sampai pola pelatihan jangka panjang selama bertahun-tahun.

Bandingkan dengan Thailand, Vietnam, Malaysia sampai Laos yang serius membina atletnya. Mereka menyewa pelatih asing yang berpengalaman sampai membangun sarana olahraga mumpuni.

Jangan heran kalau nanti Indonesia yang tuan rumah hanya bisa jadi penonton prestasi atlet negara lain yang berlaga di SEA Games 2011.

Dari hasil sementara jajak pendapat yang dilakukan oleh Yahoo! Indonesia hingga Rabu (1/6) pukul 13.45 WIB, para pembaca memilih Thailand sebagai saingan terberat Indonesia di SEA Games 2011 dengan perolehan 2955 suara (59 persen).

Disusul Malaysia (1031 suara/21 persen. Yang unik dari hasil sementara jajak pendapat, sebagian pembaca Yahoo! Indonesia memilih Timor Leste (360 suara/7 persen) lebih kuat dari Vietnam yang hanya meraih tiga persen atau 156 suara.


Wednesday, 1 June 2011

Ziarah dan Rekreasi 2011

Untuk rencana piknik akhir tahun pelajaran 2010 / 2011 ini dewan guru MIN Hamayung beserta siswa dan siswi kelas VI mengadakan kegiatan ziarah ke makam KH. Zhaini Ghani ( Guru Sekumpul ) di Martapura, diteruskan ke Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Sesudah itu baru enjoy ke Pusat Perbelanjaan Duta Mall Banjarmasin.


Direncanakan menggunakan 5 buah mobil Colt, namun karena ada sebagian guru yang berangkat lebih dulu maka angkutan dikurangi menjadi 4 buah. Siswa yang berangkat sekitar 41 orang. Sedangkan Guru Pembimbing sebanyak 15 orang.


Karena mengunjungi Duta Mall, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup luas di Banjarmasin serta mengingat banyak siswa yang belum pernah ke sana, maka dibuatlah pembagian tugas. Masing - masing guru mendampingi 4 siswa.

Berikut beberapa momen yang sempat terekam :






 

 Acara Selamatan disertai pengarahan dari Panitia Pelaksana
 


Di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru





Mampir di seberang Lapangan Udara Landasan Ulin Banjarbaru

Menuju Duta Mall Banjarmasin

Monday, 30 May 2011

Penyuluhan Kesehatan dan BIAS oleh Puskesmas Pasungkan

MEN SANA IN CORPORE SANO, sebuah kalimat dari negeri seberang yang entah diakui atau tidak kebenarannya. Tapi yang jelas, makna sebuah kesehatan bagi seseorang sangatlah berarti. 

Sebuah kerjasama antar dua instansi ini paling tidak merupakan sebuah upaya untuk melestarikan kesehatan utamanya anak usia sekolah yang rentan diserang penyakit jika tidak diberikan imun secara kontinyu sedari kecil. Puskesmas Pasungkan tiap sebulan sekali mengadakan kegiatan monitoring kesehatan di MIN Hamayung. 

Kali ini ( Senin, 23 Mei 2011 ) yang menjadi fokus adalah kesehatan gigi. Selain Pemeriksaan gigi, tenaga medis dari Puskesmas Pasungkan ini juga mengadakan penyuluhan kesehatan bertema ANIMEA dan GIZI.


Menyiapkan Obat - obatan untuk siswa


Siswa berkumpul di Lapangan mendengarkan Penyuluhan




Pak Mantri sedang memberikan ceramah tentang kesehatan



Ibu Guru tengah bersantai sambil mengamati kegiatan penyuluhan




Wednesday, 4 May 2011

Workshop Aplikasi dan Software untuk Pendidikan

Sekitar sebulan yang lalu, MIN Hamayung menerima Surat dari PUSDIKLAT IT " ASKOM "  Jogjakarta yang isinya berupa undangan untuk mengikuti kegiatan Workshop Aplikasi dan penerapan software dan Internet untuk sekolah. Workshop tersebut membahas tentang manajemen pengelolaan data berbasis aplikasi diantaranya data guru dan siswa, koperasi sekolah, perpustakaan, dan bel sekolah otomatis. 

Workshop dilaksanakan pada hari minggu tanggal 1 Mei 2011 bertempat di Aula Diknas Kabupaten Hulu Sungai Selatan - Kandangan. Biaya pendaftaran Rp. 500.000,- per 2 Peserta / sekolah. 

Pelatihan semacam ini memang penulis tunggu. Selain untuk menambah wawasan dan skill di bidang Informasi dan Teknologi, juga bisa dikembangkan untuk kemajuan MIN Hamayung. Sebelumnya penulis sempat menjelajah beberapa penyedia software semacam ini di internet, namun rata - rata provider tidak berbaik hati membaginya gratis. Ujung - ujungnya minta transfer melalui rekening. Setiap program ada yang dipasang sampai Rp. 500.000,- bahkan lebih. Tentu saja harga ini lumayan mahal jika dibanding mengikuti pelatihan langsung seperti yang diadakan ASKOM Jogjakarta ini.

Yang menarik perhatian penulis dari pelatihan ini adalah software / program Bel Sekolah Otomatis. Program ini merupakan sebuah aplikasi yang dibuat untuk menggantikan lonceng sekolah. Disetting melalui komputer yang tersambung pada speaker outdoor atau indoor dengan pengaturan waktu sesuai jadwal jam pelajaran, istirahat atau pulang. Secara otomatis bel akan berbunyi sesuai jadwal. Nada bel bisa diatur dengan beragam nada, baik yang standar ( disediakan aplikasi ), rekaman, ataupun input dari file mp3 dll.



Pengundian hadiah satu buah modem bagi peserta yang beruntung


Nasrullah, A.Ma ( teman penulis ) didaulat Panitia untuk mengambil kupon undian


Admin sedang berphoto bareng instruktur di akhir acara
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...